Setelah lulus kuliah kerja atau langsung bikin usaha?

Setelah lulus kuliah kerja atau langsung bikin usaha? Ini adalah pertanyaan yang mungkin sering muncul di benak atau pikiran teman-teman yang baru lulus kuliah. Pikiran semacam ini juga pernah saya alami beberapa tahun yang lalu. Dengan jiwa idealisme  yang saya miliki saya ingin langsung membangun usaha. Kalau bisa usahanya bisa langsung besar dan maju. Namun usaha yang saya lakukan bangkrut.

Pertama, sebagai mahasiswa yang baru lulus kuliah kita tidak memiliki uang. Rasanya setelah lulus seakan kita kembali ke titik nol. Saat dimana kita harus mengulang semuanya dari awal tanpa bantuan orang tua. Membangun usaha membangun usaha tanpa bantuan keuangan dari orang tua itu sulit.

Karena keterbatasan modal akhirnya usaha yang saya jalankan berhenti di tengah jalan. Untuk itu membangun usaha pastikan memiliki modal yang cukup. Kalau bisa jangan berhutang.
Yang menjadi pertanyaan Apakah kamu yang baru lulus kuliah sudah memiliki modal yang cukup untuk membangun usaha? Jika rasanya belum cukup ada baiknya kumpulkan modal dulu baru membangun usaha.



Kedua, membangun usaha untuk masa depan bukan perkara main-main. Bukan juga perkara untuk ajang coba-coba. Kamu harus mempersiapkan semuanya dengan matang mulai dari ilmu, pengalaman dan informasi bagi bisnis yang ingin kamu bangun.

Pertanyaannya apakah kamu sudah siap membangun usaha dengan ilmu, pengalaman dan informasi yang kamu miliki? Kalau belum punya ada baiknya cari dulu ilmu, pengalaman dan informasinya.
Ketiga, membangun sebuah bisnis kamu harus memiliki tim. Harus saya akui untuk membangun bisnis kita tidak bisa sendiri. Kita membutuhkan orang lain seperti rekan bisnis, karyawan dan orang-orang yang bisa kita arahkan untuk bergerak sama-sama menuju yang ingin kita capai.

Dalam membangun usaha kamu harus mampu untuk memimpin tim. Singkat kata kamu harus memiliki jiwa leadership. Nah sekarang apakah kamu bisa memimpin tim dalam bisnis yang sedang kamu ingin kamu bangun? Karena banyak orang yang gagal dalam mainkan bisnis karena tidak pandai mengelola tim.

Keempat, membangun bisnis tentunya kita harus memiliki keahlian di bisnis yang akan sedang kita geluti. Contohnya kamu ingin bisnis makanan. Kamu harus mengetahui mainan yang bagus, harga murah, aman dikonsumsi, pembelinya siapa, didapatkan di mana, suppliernya dari mana. Jika kamu kesulitan bahan baku, kamu harus mencari bahannya kemana.

Intinya kamu harus mengetahui semua itu jika kamu ingin membangun bisnis.
Jika kamu sudah mengetahui informasi yang dibutuhkan untuk bisnis kamu maka kamu dipersilahkan untuk membangun bisnis. Jika kamu tidak siap, maka siap-siap bisnis yang akan kamu jalankan akan gulung tikar.

Mungkin kita bisa membandingkan dengan mahasiswa di luar negeri yang mana mereka sanggup membangun bisnis ketika mereka masih kuliah atau baru lulus kuliah. Tentunya ini dipengaruhi oleh kemampuan mereka. Dalam mengembangkan bisnis mereka sudah memiliki ilmu yang cukup. Mereka juga memiliki pengalaman bisnis ketika masih kuliah.

Jika kita belum pernah berbisnis kemudian memberanikan diri untuk berbisnis, tentunya ini berisiko. Mengapa berisiko? Karena pengalaman yang minim membuat seseorang kesulitan mengatasi masalah jika terjadi dalam bisnisnya.

Banyak dari teman-teman saya yang lulus kuliah langsung membangun usaha. Ini karena mereka jauh-jauh hari sudah mempersiapkan diri, sudah mempersiapkan bisnis yang akan mereka kerjakan setelah lulus nanti.

Dari sekian banyak orang lulus kuliah, banyak pula mereka memilih untuk bekerja menjadi karyawan di perusahaan atau kantor. Bukan apa-apa, tujuan mereka untuk menambah pengalaman karena dalam berbisnis nanti dan bekerja di tempat orang bisa berguna dan ketika menjalankan bisnis sendiri nanti.
Jadi jawaban pertanyaan diatas yang sudah disampaikan di judul setiap kita memiliki jawabannya masing-masing. Untuk orang tertentu maka mereka akan memberanikan diri membangun usaha karena mereka sudah memiliki modal, ilmu, pengetahuan dan informasi untuk kepentingan bisnisnya nanti.

Namun bagi mereka yang belum sanggup, belum siap, belum memiliki modal, belum memiliki ide, belum memiliki ilmu pengetahuan, dan belum memiliki informasi mereka memilih untuk menjadi karyawan dulu. Dengan menjadi karyawan, kita akan mengetahui bagaimana sebuah bisnis bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Jadi jawaban untuk pertanyaan di atas tidak mutlak harus ini. Setiap orang berbeda antara satu dengan yang yang lainnya.